Pemanen sawit adalah proses pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) dari pohon menggunakan alat khusus seperti dodos (untuk pohon rendah) dan egrek (untuk pohon tinggi). Keberhasilan panen ditentukan oleh kriteria kematangan buah yang optimal untuk menghasilkan rendemen dan kualitas minyak kelapa sawit yang maksimal. [1, 2, 3, 4, 5]
Tahapan dan Peralatan Pemanen
Kegiatan panen kelapa sawit harus melalui standar operasional yang tepat agar tidak merusak kualitas buah: [1, 2]
- Peralatan: Gunakan dodos untuk tanaman yang masih pendek (di bawah 3 meter) dan egrek (galah sabit) untuk tanaman tinggi. [1, 2]
- Kriteria Buah: Buah siap panen ditandai dengan perubahan warna menjadi jingga kemerahan dan adanya brondolan yang lepas secara alami dari tandan. [1]
- Sanitasi Pohon: Potong pelepah yang menghalangi buah atau pelepah tua untuk memudahkan pemanenan selanjutnya. [1]
- Pengumpulan Hasil: Tandan buah segar dan semua brondolan yang jatuh harus dikutip dan dikumpulkan di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) atau jalan pikul untuk segera dikirim ke pabrik. [1, 2, 3]
Inovasi Teknologi Pemanenan
Inovasi terus dikembangkan untuk mempermudah pekerjaan pemanenan, menjangkau pohon tinggi dengan aman, dan menjaga kualitas buah dari benturan:
Muaro Sopan, Padang Laweh, Kab. Dharmasraya, Sumatera Barat